Usability Study: Cara Menguji dan Meningkatkan UX Lebih Baik

Dude Lumigi2 menit baca
Daftar isi
  1. Apa Itu Usability Study?
  2. Apa saja Langkah-Langkah dalam Usability Study?
  3. Contoh Usability Study:
  4. Kesimpulan

Dalam dunia desain pengalaman pengguna (UX) usability study atau studi ketergunaan sangat penting untuk memastikan bahwa produk digital yang dibuat dapat digunakan secara efektif, efisien dan memuaskan oleh pengguna. Metode ini memungkinkan desainer desainer menguji interaksi pengguna dengan antarmuka, mengidentifikasi masalah yang mungkin muncul dan mencari solusi yang lebih baik.

Apa Itu Usability Study?

Usability study adalah proses evaluasi yang dilakukan untuk mengukur tingkat ketergunaan suatu produk atau antarmuka. Tujuannya adalah memastikan bahwa pengguna dapat dengan mudah dan efisien menggunakan produk atau layanan yang disediakan. Dengan melakukan usability study, tim desain dapat mengidentifikasi masalah-masalah yang mungkin dihadapi pengguna, sebelum produk diluncurkan secara resmi.

Apa saja Langkah-Langkah dalam Usability Study?

1. Menentukan Tujuan Study

Sebelum memulai, tim perlu memiliki tujuan yang jelas tentang apa yang ingin pengguna pelajari dari usability study ini. Misalnya, tujuan dapat berupa “menguji navigasi pada halaman beranda” atau mengukur waktu yang dibutuhkan pengguna untuk menyelesaikan suatu tugas”.

2. Validasi Desain

Dengan menguji desain pada pengguna sebenarnya, tim dapat memastikan apakah desain yang pengguna buat sesuai dengan kebutuhan dan harapan pengguna. Apakah navigasinya mudah dimengerti? Apakah fitur yang disediakan intuitif bagi pengguna?

3. Meningkatkan Keterlibatan Pengguna

Dengan memperbaiki masalah ketergunaan, produk akan menjadi lebih menyenangkan digunakan oleh pengguna. Hal ini dapat meningkatkan kemungkinan pengguna untuk terus menggunakan produk dan menjadi lebih setia terhadapnya.

4. Mengurangi Biaya Perbaikan

Dengan melakukan usability study, masalah-masalah dapat diidentifikasi lebih awal sehingga dapat diperbaiki sebelum produk diluncurkan. Hal ini dapat mengurangi biaya perbaikan yang mungkin lebih tinggi jika masalah terdeteksi setelah produk diluncurkan.

Contoh Usability Study:

Sebagai contoh, sebuah tim desain aplikasi e-commerce ingin menguji navigasi dan proses pembelian pada aplikasi desainer. Desainer mengundang beberapa partisipan untuk mencari produk tertentu dan menyelesaikan proses checkout. Tim merekam interaksi pengguna, mengamati di mana pengguna mungkin mengalami kesulitan atau kebingungan. Setelah melakukan analisis, tim menemukan bahwa tombol “Checkout” terlalu tersembunyi sehingga pengguna kesulitan menemukannya. Berdasarkan temuan ini, desainer merekomendasikan penyesuaian posisi tombol untuk meningkatkan keterjangkauan dan kejelasan.

Kesimpulan

Usability study adalah langkah penting dalam proses desain UX yang membantu memastikan produk yang dibuat dapat digunakan dengan baik oleh pengguna. Dengan menguji interaksi pengguna secara langsung, tim desain dapat mengidentifikasi masalah ketergunaan, memperbaikinya, dan meningkatkan pengalaman pengguna secara keseluruhan. Dengan demikian, mengimplementasikan usability study dalam desain tidak hanya meningkatkan kualitas produk, tetapi juga memastikan kepuasan pengguna yang lebih besar.

Pelajari langsung bersama pengajar

Mengukur UX

Buktikan dengan angka bahwa layanan digital Anda makin mudah dipakai.

Durasi1 hari
BiayaRp2.000.000 /peserta
FormatIn-house & kelas publik
Lihat silabus lengkap
Dr. Panca Hadi Putra
Pengajar Lumigi

Dr. Panca Hadi Putra

Associate Professor · Head of Program, Master of Information Technology, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Indonesia

Mengajar System Analysis and Design dan Strategic Information Systems Management di Fasilkom UI, dengan minat penelitian di bidang sistem informasi, user experience, dan bisnis digital. Pengajar seluruh program Lumigi.