Artikel & Video
Lumigi IT Academy > Artikel & Video > UI/UX Design > Tipografi yang Praktis: 5 Trik Meningkatkan Keterbacaan dan Daya Tarik Visual
Tipografi yang Praktis: 5 Trik Meningkatkan Keterbacaan dan Daya Tarik Visual
- January 31, 2024
- Posted by: Tim Lumigi
- Category: UI/UX Design
No Comments

Tipografi adalah salah satu unsur penting dalam desain grafis. Tipografi yang baik dapat meningkatkan keterbacaan dan daya tarik visual desain Anda.
Berikut adalah beberapa tips untuk menggunakan tipografi secara praktis:
- Pilih font yang tepat untuk konten Anda. Tidak semua font cocok untuk semua konten. Misalnya, font sans-serif biasanya lebih mudah dibaca untuk teks panjang, sedangkan font serif lebih cocok untuk judul atau teks yang lebih pendek.
- Gunakan ukuran font yang tepat. Ukuran font yang terlalu kecil akan sulit dibaca, sedangkan ukuran font yang terlalu besar akan membuat desain Anda terlihat berantakan.
- Gunakan spasi yang cukup. Spasi yang cukup antara baris dan kata akan membuat teks lebih mudah dibaca.
- Gunakan warna font yang kontras dengan latar belakang. Warna font yang kontras akan membuat teks lebih mudah terlihat.
- Gunakan efek tipografi yang sesuai. Efek tipografi seperti tebal, miring, atau garis bawah dapat digunakan untuk menambahkan penekanan pada teks. Namun, gunakan efek tipografi dengan hati-hati agar tidak berlebihan.
Berikut adalah beberapa contoh penggunaan tipografi yang praktis:
- Untuk judul, gunakan font yang besar, tebal, dan kontras. Hal ini akan membuat judul Anda terlihat menonjol dan menarik perhatian.
- Untuk teks panjang, gunakan font yang mudah dibaca dan memiliki ukuran yang nyaman dibaca. Hal ini akan membuat teks Anda lebih mudah dibaca dan dimengerti.
- Untuk teks yang lebih pendek, Anda dapat menggunakan font yang lebih dekoratif. Hal ini akan membuat teks Anda lebih menarik secara visual.
Dengan mengikuti tips-tips di atas, Anda dapat menggunakan tipografi secara praktis untuk meningkatkan keterbacaan dan daya tarik visual desain Anda.